Review The Super Mario Galaxy Movie (2026): Berhasil Lagi
Gue masuk ke The Super Mario Galaxy Movie dengan khawatir bakal cuma jadi versi lebih besar dan lebih berisik dari film pertama. Yang gue dapet malah film yang bener-bener paham kenapa orang-orang suka Super Mario Galaxy secara spesifik. Ini bukan cuma “Mario di luar angkasa.” Ini Mario yang berurusan sama skala, keajaiban, dan ancaman kosmik yang terasa personal. Terus, Lumas-nya imut banget dan gue bakal berantem sama siapa pun yang nggak setuju.
Pas selesai, gue ngerti kenapa ini jadi film pertama yang tembus satu miliar dolar di 2026. Seru, cantik, dan menghormati anak-anak sekaligus orang dewasa yang besar bareng game-nya.
Informasi Singkat
The Super Mario Galaxy Movie adalah film animasi 2026 dari Illumination dan Nintendo, lanjutan dari kesuksesan besar The Super Mario Bros. Movie tahun 2023. Menurut Wikipedia, film ini mengadaptasi elemen dari video game populer, ngirim Mario, Luigi, Peach, dan Bowser ke luar angkasa untuk menghentikan ancaman baru terhadap kosmos. Lihat detail lebih lanjut di IMDb.
Film ini disutradarai Aaron Horvath dan Michael Jelenic, dengan Chris Pratt kembali sebagai Mario, Anya Taylor-Joy sebagai Peach, Charlie Day sebagai Luigi, dan Jack Black sebagai Bowser. Genrenya animasi, petualangan, dan keluarga. Ditujukan buat anak-anak, tapi ada banyak hal buat fans Nintendo lama.
Kesan Pertama Gue
Scene pembukanya sederhana: Mario dan Luigi lagi memperbaiki pipa di Mushroom Kingdom pada malam hari. Peach datang. Mereka lihat bintang-bintang. Terus langit terbelah. Transisi dari momen kecil dan nyaman ke bencana kosmik dalam sekitar 90 detik itu ngasih tahu semua tentang tone film ini. Dia tahu kapan harus intim dan kapan harus besar.
Film Mario pertama kadang terasa kayak lagi nyentang item satu per satu: ini balapan kart, ini Donkey Kong, ini pertarungan boss terakhir. Yang ini punya lebih banyak ruang napas. Dia biarin Mario jelajahi lingkungan luar angkasa, nyelesaiin puzzle ringan, dan beneran bereaksi sama keanehan di sekitarnya.
Cerita dan Karakter
Plotnya nggak rumit, dan nggak perlu rumit. Entitas kosmik lagi mencabut bintang-bintang dari langit, dan Mario harus bekerja sama dengan Rosalina dan Lumas untuk menghentikannya. Bowser muncul, karena ya jelas, tapi perannya lebih rumit dari sekadar “culik Peach.” Ada running gag yang genuinely lucu di mana dia terus berusaha melamar Peach sementara alam semesta lagi hancur.
Mario sendiri dapet kedalaman emosional sedikit lebih banyak kali ini. Film terus kembali ke ide bahwa dia cuma orang biasa yang terus bilang iya ke hal-hal mustahil. Ada momen tenang waktu dia lihat hologram Brooklyn dan ngaku ke Luigi kalau dia nggak selalu merasa berani. Ini bukan penulisan karakter yang groundbreaking, tapi buat film Mario, itu landing.
Luigi juga dapet lebih banyak kerjaan. Dia punya subplot sendiri di mana dia harus nyelamatin sekelompok Lumas yang terpisah dari kapal. Konyol, tapi Charlie Day menjual rasa paniknya dengan sangat baik sampai berhasil.
Animasi dan Aksi
Animasinya adalah yang terbaik yang pernah Illumination produksi. Sequence luar angkasanya genuinely beautiful — nebula, galaksi, pulau-pulau melayang, bagian platforming yang melawan gravitasi dan keliatan kayak seseorang akhirnya menerjemahkan bahasa game ke bahasa film. Satu adegan kejar-kejaran punya Mario lari di serangkaian planet kecil, masing-masing dengan gravitasi sendiri, dan kamera ikut berputar sama dia. Bikin pusing dengan cara yang bagus.
Aksinya juga lebih jelas ketimbang film pertama. Lo bisa beneran ngikutin apa yang terjadi di set piece besar. Pertarungan finalnya besar tapi nggak membingungkan. Dan soundtrack-nya pake komposisi baru sekaligus aransemen ulang musik klasik Mario Galaxy, yang pada dasarnya menjamin merinding kalau lo pernah main gamenya.
Easter Egg dan Fan Service
Kalau lo fans Nintendo, film ini adalah treasure hunt. Gue nangkep referensi ke Mario Galaxy 2, Super Mario Sunshine, Paper Mario, bahkan nod visual cepat ke Smash Bros. Scene post-credits nge-tease sesuatu yang bikin teater gue meletus. Gue nggak bakal spoiler, tapi fans lama bakal gila.
Meski begitu, film ini nggak bergantung sama Easter egg untuk bekerja. Temen gue yang nggak pernah main Mario Galaxy tetap enjoy karena cerita dan karakternya cukup accessible.
Perbandingan dengan Film Animasi Lain
Dibandingin sama Super Mario Bros. Movie pertama, Galaxy lebih percaya diri. Dia menghabiskan lebih sedikit waktu memperkenalkan dunia dan lebih banyak waktu bersenang-senang di dalamnya. Beats emosionalnya lebih keras, dan aksinya lebih kreatif.
Toy Story 5, yang keluar tahun yang sama, adalah film yang lebih baik secara keseluruhan kalau lo pengen tema dalam tentang tumbuh dewasa. Tapi Super Mario Galaxy adalah pengalaman teater yang lebih baik kalau lo cuma pengen have fun. Ini tipe film yang bikin teater yang penuh terasa seperti event.
Dan kalau lo bandingin sama adaptasi video game lain, ini jauh di depan kebanyakan. Dia bener-bener paham source material-nya ketimbang cuma pake nama brand.
Cocok Buat Penonton Seperti Apa?
Film ini cocok buat lo kalau:
- Besar bareng game Mario
- Pengen film keluarga yang nggak ngebosenin orang dewasa
- Suka film Mario pertama dan pengen lebih banyak
- Menyukai sequence aksi yang warna-warni dan kreatif
- Pengen sesuatu yang upbeat dan gampang ditonton
Kalau lo benci film video game secara prinsip, ini mungkin nggak bakal ngerubah pikiran lo. Tapi kalau lo sedikit aja penasaran, worth it.
Nonton The Super Mario Galaxy Movie di Mana?
Gue belum lihat film ini di streaming, tapi waktu sudah landing, Muvix adalah cara termudah buat nonton di Android. Aplikasinya works well buat film animasi karena warna dan gerakannya keluar dengan bersih, dan nggak ada subscription wall.
Kalau lo pengen catch up sama film Mario pertama juga, Muvix punya itu. Keduanya cocok buat family movie night.
Film Serupa yang Mungkin Lo Suka
Kalau Super Mario Galaxy bikin lo pengen lebih banyak animasi seru, coba ini:
- The Super Mario Bros. Movie (2023) — yang pertama, masih worth watching
- Toy Story 5 — hit animasi 2026 dengan bobot emosional lebih besar
- Sonic the Hedgehog 3 — adaptasi video game lain yang makin membaik
- Spider-Man: Brand New Day — kalau lo pengen animasi level event
Cek lebih banyak review film di blog kami.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah The Super Mario Galaxy Movie worth it untuk ditonton?
Ya, apalagi kalau lo suka game Mario, petualangan animasi, atau film keluarga yang respect sama penonton dewasa. Animasinya luar biasa — termasuk beberapa karya terbaik Illumination — dan ceritanya sukses nyatukan skala kosmik sama hati yang tulus. Fans Nintendo lama bakal suka Easter egg-nya, dan penonton baru juga tetap bisa nikmatin sebagai film standalone.
Apakah The Super Mario Galaxy Movie adalah sekuel?
Iya, ini lanjutan dari The Super Mario Bros. Movie (2023), tapi dia mengadaptasi game Super Mario Galaxy daripada melanjutkan plot pertama secara persis. Lo nggak perlu inget detail film pertama — ini berfungsi sebagai sekuel sekaligus cerita baru. Nonton film pertama dulu memang nambah pengalaman buat beberapa callback, tapi nggak wajib sama sekali.
Siapa yang mengisi suara Mario di The Super Mario Galaxy Movie?
Chris Pratt kembali ngisi suara Mario dengan kualitas energetik dan everyman yang sama dari film pertama. Anya Taylor-Joy kembali sebagai Princess Peach dengan kehangatan dan determinasi. Charlie Day ngasih kepanikan lucu sebagai Luigi, dan Jack Black lagi-lagi steal scenes sebagai Bowser, apalagi di running gag lamaran di tengah krisis. Seluruh cast-nya bikin film makin hidup.
Apakah The Super Mario Galaxy Movie cocok untuk anak-anak?
Ya, film ini rated untuk keluarga dan cocok buat anak-anak segala usia. Ada aksi dan bahaya ringan — serangan Bowser dan ancaman kosmik bikin ketegangan — tapi nggak ada yang terlalu intens atau menakutkan. Humornya bekerja di banyak level, dengan slapstick buat anak-anak dan referensi cerdas buat orang dewasa, bikin ini tontonan keluarga sejati.
Di mana bisa nonton The Super Mario Galaxy Movie gratis?
Setelah The Super Mario Galaxy Movie tersedia di platform streaming, lo bisa nonton gratis di aplikasi Muvix untuk Android. Muvix punya banyak pilihan film animasi tanpa biaya langganan atau biaya tersembunyi. Kualitas gambar di aplikasi ini bagus banget, bikin film animasi warna-warni kayak gini keliatan maksimal di perangkat mobile.
Apakah gue pernah main gamenya untuk enjoy filmnya?
Sama sekali nggak — film ini dirancang buat berdiri sendiri sepenuhnya. Cerita, karakter, dan humornya bisa dinikmati siapa aja, tanpa peduli pengalaman main game. Tapi kalau lo pernah main Super Mario Galaxy atau Super Mario Galaxy 2, lo bakal nangkep lebih banyak referensi, Easter egg, dan nod visual yang nambah layer keseruan tersendiri.
Kesimpulan
The Super Mario Galaxy Movie dapet nilai solid 8,5/10 dari gue. Ini bukan masterpiece sinema, tapi dia nggak perlu jadi masterpiece. Ini petualangan yang joyful, well-crafted, dan bikin lo berasa jadi anak kecil lagi selama 100 menit. Di tahun yang penuh blockbuster serius, kadang itu persis yang lo pengen.
Install Muvix, ambil camilan, dan biarin Mario terbangin lo keluar angkasa. Lo bakal have a good time.